“Tak boleh (bisa). Kami tak mau diwawancarai wartawan Indonesia,” kata salah seorang pentolan Ultras Malaya yang coba saya wawancarai di depan Stadion Bukit Jalil, Sabtu (1/12), jelang laga pamungkas Grup B Piala AFF 2012 antara Indonesia dan Malaysia.
“Media di Indonesia (sambil menyebut salah satu portal berita di tanah air) telah menjelek-jelekkan kami. Itu dilakukan tanpa konfirmasi lebih dulu,” tambah rekannya. “Jika mau tahu tentang sejarah berdirinya Ultras Malaya, buka saja Wikipedia!”
Kegeraman pentolan Ultras Malaya – yang enggan menyebutkan namanya, tak lepas dari berita yang beredar di Indonesia. Pada artikel yang terdapat di media tersebut, disebutkan bahwa Ultras Malaya terlibat dalam pemukulan terhadap suporter Indonesia pada matchday sebelumnya.
Padahal, belum tentu pelakunya adalah anggota Ultras Malaya. Bisa saja oknum suporter Malaysia lain karena sama-sama mengenakan baju hitam-kuning yang merefleksikan timnas Malaysia.
Saya pun cukup mengerti dengan sikap mereka. Dalam situasi ramai dan padat jelang pertandingan, jangankan suporter yang dua timnya merupakan rival. Sesama suporter dengan bendera tim yang sama pun bisa saja terlibat friksi lantaran pelbagai hal.
Terlebih, saya sama sekali tidak melihat ada wartawan dari media yang disebutkan itu di lokasi. Bisa jadi informasi yang didapat soal friksi tersebut hanya dari korban, yang juga belum tentu tahu betul apakah yang menyerangnya adalah anggota Ultras Malaya atau fans Malaysia biasa.
Siapa pun yang melakukannya, jelas itu adalah oknum karena toh sebagian suporter yang lain merasa aman-aman saja. Malah, aku seorang teman, sejumlah dirigen Ultras Malaya menunjukkan sikap menjura ketika ada suporter Indonesia yang masih berdiri di pagar pembatas tribun untuk memberikan aplaus kepada Andik Vermansah cs usai kalah 0-2 dari Malaysia. Ketika sebagian suporter Indonesia bersikap yang lain bersikap realistis dan meninggalkan bangku penonton beberapa menit sebelum laga usai.
Bagaimana soal nyanyian fans Malaysia yang menjelek-jelekkan Indonesia? Saya pribadi secara jujur tak terima negara ini dihina-dina oleh mereka. Tapi, saya pun kembali bertanya, “Apakah saya dan juga suporter di Indonesia tak pernah mengata-ngatai Malaysia?” Bukankah kita pun sering menjelek-jelekkan dan memplesetkan nama negara Malaysia?
Lagipula, bukankah lazim suporter sebuah tim melakukan teror dengan menjelek-jelekkan lawannya? Hal yang berlaku di klub tersebut tentu juga berlaku untuk pertandingan level internasional. Begitu juga dengan aksi lempar-lemparan antarsuporter. Toh, budaya itu sudah terbentuk dari liga di Indonesia sendiri.
SEMUA SAMA
Saya coba menepikan dulu soal adanya kasus bentrokan dan nyanyian sindiran itu. Saya pun tak mau mengambil sikap untuk menempatkan siapa yang benar dan salah pada laga tersebut Saya tertarik dengan keberadaan Ultras Malaya yang mendukung timnas Malaysia.
Kendati tak mau diwawancarai, pentolan Ultras Malaya itu tetap mau melanjutkan obrolan dengan saya. Dia pun bercerita bahwa dirinya merupakan pendukung Selangor FA. Sebagai fans, dia sangat menyanjung Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy yang pernah membawa klub tersebut meraih treble winners pada 2005.
“Sejak Bambang dan Elie pindah, Selangor tak pernah lagi meraih juara Malaysia Cup. Kalau Premier League pernah dua kali,” kenangnya.
Dia pun bercerita soal Ultras Malaya. “Di kami, tak ada yang namanya ketua. Semua sama. Siapa pun boleh bergabung. Jumlah member sudah lebih dari 10 ribu,” lanjutnya.
Berdasarkan saran rekan Ultras Malaya itu, saya pun mencari tahu melalui Wikipedia. Sejak dibentuk pada 2007 – bermula dari situs www.harimaumalaya.com, Ultras Malaya dibentuk untuk memberikan dukungan langsung kepada timnas Malaysia. Tak peduli prestasi Harimau Malaya tengah terpuruk atau menanjak, mereka tetap bersuara lantang untuk memberikan dukungan.
Salah satu puncak prestasi mereka terjadi pada Piala AFF 2010. Mereka menjadi penyokong keberhasilan Safee Sali cs menang 3-0 atas Indonesia, yang berujung pada gelar juara. Keberhasilan itu membuat jumlah anggota Ultras Malaya terus meningkat.
SATU SUARA
Keberadaan Ultras Malaya itu memacu antusiasme penonton awam untuk mendukung timnas Malaysia langsung ke stadion. Malah, mereka bisa menularkan yel-yel dan nyanyian yang sama ke seluruh tribun Stadion Bukit Jalil.
Itu saya lihat begitu luar biasa. Kebetulan, saya menjadi saksi koreografi mereka pada final Piala AFF 2010 dan fase grup Piala AFF 2012. Dalam tempo dua tahun, perkembangan kreativitas Ultras Malaya begitu pesat.
Misalkan saja, saat lagu kebangsaan “Negaraku” dikumandangkan, mereka ramai-ramai menaikkan Jalur Gemilang (bendera Malaysia) hingga hampir menutupi seluruh tribun. Beberapa spanduk lain yang menunjukkan loyalitas mereka sebagai penyokong Ultras Malaya pun dinaikkan.
Salah satu yang menarik adalah ketika melakukan koreografi dengan mengangkat syal. Diiringi teriakan “Oooooo” seluruh penonton mengangkat pelan-pelan syal kuning-hitam atau Jalur Gemilang. Saat tangan sudah mencapai puncak, mereka dengan lantang meneriakkan “Ma… Lay… Sia…” sambil menggerak-gerakkan syalnya.
Jujur, situasi itu membuat saya yang bertindak sebagai tamu (meski bukan pemain) merinding. Dengan kemiringan tribun yang curam plus warna dominan kuning-hitam, Stadion Bukit Jalil menyerupai Westfalen (Signal Iduna Park) yang menjadi kandang Borussia Dortmund. Para penonton tak ubahnya lebah-lebah yang siap menyengat dan meneror pemain lawan yang coba mengganggu sarangnya. Sebuah teror bagi setiap tim yang datang.
“Pemerintah Malaysia dan media-media di sini memang telah lama mensosialisasikan soal bentuk dukungan kepada timnas. Mereka harus datang dengan atribut yang sama dan memberikan dukungan yang sama,” cerita Khairul, salah seorang wartawan dari radio Malaysia yang datang ke Bukit Jalil dengan seragam pertama Harimau Malaya.
BAGAIMANA, SUPORTER INDONESIA?
Satu hati, satu warna, dan satu suara. Mungkin itulah salah satu pelajaran yang dipetik dari Ultras Malaya. Ketika timnas tengah terpuruk, mereka memang melakukan kritik keras. Tapi, hal tersebut tak membuat mereka mundur dalam mendukung perjuangan Harimau Malaya.
Saat datang ke stadion, atribut-atribut kelokalan pun ditanggalkan. Mayoritas mereka datang ke Stadion Bukit Jalil dengan mengenakan kostum hitam-kuning, meski Malaysia jarang lagi menggunakannya. Spanduk dan panji yang mereka bawa ke stadion pun murni bentuk dukungan terhadap perjuangan timnas.
Begitu juga dengan yel-yel yang diteriakkan. Meski sebagian chants yang diteriakkan mirip dengan suporter di Indonesia, aksi yang ditunjukkan Ultras Malaya itu telah membuat saya kagum. Mereka satu suara dalam membela timnas. Ketika satu chants dinyanyikan, seluruh tribun pun akan menggemakannya. Tak ada suporter yang tak ingin kalah suara, menyanyikan chants yang berbeda.
Tiga hal itu tentunya bisa dijadikan pelajaran oleh suporter Indonesia dalam memberikan dukungan. Meski berasal dari rival, jika memang ada pelajaran positif yang bisa dipetik, kenapa tidak diterapkan?
Situasi persepakbolaan Indonesia memang tengah mengalami konflik. Namun timnas sebagai sebuah puncak piramida sepak bola di negeri ini, tetap patut mendapatkan dukungan. Seperti tertulis di spanduk pendukung Malaysia, “Busuk-busuk pahlawanku”. Jika diterjemahkan secara harfiah, maknanya bisa menjadi siapa pun pemain yang ada di lapangan, tetaplah memakai lambang atau bendera negara di dada kiri dan pantas mendapatkan dukungan.
Begitu juga soal dukungan langsung di stadion. Sikap satu suara yang ditunjukkan Ultras Malaya dan suporter Malaysia lain bisa dijadikan contoh. Toh dengan suara yang seragam, bukankah chants akan semakin enak didengar? Tentu saja akan semakin membuat para pemain timnas termotivasi sekaligus menggetarkan nyali lawan yang bertandang.
Suporter Indonesia yang hadir langsung di Bukit Jalil sudah bisa memberikan contoh. Meski berasal dari pelbagai daerah, komunitas, dan status, mereka tetap satu suara dalam melantangkan teriakan. Akan semakin indah jika hal itu bisa dirasakan di Gelora Bung Karno, stadion kebanggaan Indonesia.
Sampai jumpa di pertandingan timnas selanjutnya!




tahniah indonesia,walau kalah tp semangat berjuang kalian memang mengkagumkn..kalah menang adat permainan..mungkin kali ini malaysia menang, lain kali indonesia pula yang menang.bola itu bulat,bukan sentiasa kita di atas..apa jua yang berlaku terhadap timnas,kita seharusnya sentiasa memberi dokongan yang tidak berbelah bagi. saya rasa bersimpati di atas konflik yang berlaku dalam sepak bola indonesia.. sepatutnya pihak berwajib dapat mengatasi dengan bijak supaya dapat melahirkan timnas yang hebat seterusnya dapat menjulang sepak bola di peringkat asia. kalau lah negara kita(asia) xde kepincangn dalam bola sepak,tentu dapat melahirkan pemain2 yang berkaliber..malaysia dan indonesia adalah ibarat seperti adik beradik,seperti air dicincang takkan putus..wujud konflik tetapi itu biar lah ia dselesaikan dengan sebaiknya…adik beradik dalam family pun bergaduh, ini kan pula dua negara yang mempunyai budaya yang hampir sama…
Salam persaudaraan #Respect
yg prtma mw gw omongin ;thanks breothr Coz gra loe mmpi gw jd pria idaman dkit dmi sdikit sudah mulai terwujud,tp msalah nya gw msih bngung ngubex2 materi neh mklum mseh GAPTEK(Ggap tknologi)jdi pertnyaanya dimana bsa gw dapetin materi tentang PW?Apa ada yg modelnya kya google,dmana kta ketik lngsung keluar tips2 dasyat nya PW..D Bntu ya Mas..
thanks Kang Jalu..-malaysian..
harap2 timnas dapat cari player dikalangan rakyat indo yg punyai 200juta orang,pasti ada player yg hebat…sayangnya mereka tak nampak atau buat2 buta…bazir uang bayar ama player naturalisasi…harus yakin percaya ama bakat kebolehan anak2 indo…harap timnas lebih buka matanya gilap bakat terpendam bangsanya sdiri…harus berbangga dengan player local yang lahir di tanah indo sendiri 100%…percaya ama bangsa sendiri…peace..!!!
Sepakat Bro… Indonesia harusnya bisa melahirkan pebola hebat sendiri dari rakyatnya.
maaf..saya dari Malaysia..saya sangat sokong dengan pendapat jujur dari saudara Fareel,indonesia tidak perlu mengikut apa yang dibuat oleh Singapore,Singapore jumlah penduduknya amat kecil jika nak dibandingkan dengan Indonesia,lagipun ..ini pandangan peribadi saya,jika kita mengambil pemain dari luar dan diberikan kerakyatan..adakah mereka benar-benar jujur dan akan berjuang untuk Negara Indonesia?hal ini tidak akan terjadi jika pemain itu dari Indonesia sendiri sebabnya berjuang untuk maruah dan negara bukannya sebab duit,saya tidak tuduh pemain yang diambil negara luar macam tue..tetapi rasanya bakat terpendam yang belum dicungkil ramai lagi disana,sebagai contoh pada perlawanan yang lalu,saya amat meminati corak permainan andik..sangat pantas dan skillfull..pemain yang lain pun sama hebat cuma mungkin kali ini rezeki pada Malaysia,sesungguhnya pemain asia juga tidak kurang bakatnya jika nak dibandingkan dengan negara Eropah,mungkin yang meninggalkan rumpun kita adalah corak pengurusan serta pengurusan bakat.apapun salam perkenalan diucapkan kepada anda semua,dari saya peminat bola sepak Malaysia
Terima kasih atas komentar ikhlas penulis. Saya di Malaysia amat menghargainya.
Setiap Ultras mempunyai identiti yang tersendiri. Namun sebelumnya terbentuknya identiti tersebut, pendukung sepakbola menjadikan scene dukungan di Indonesia sebagai rujukan. Dan ianya tidak terhenti di situ. They take a step to another to another level. A higher level. Menghimpunkan rakyat Malaysia di bawah satu panji hitam kuning mendukung Harimau Malaya.
Sepakbola itu indah. Dan ianya tidak limit pada permainan sepakbola itu sendiri. Ia terletak pada rivalnya. Penyokongnya. Suasana stadiumnya. Dan lain2.
Terima kasih Indonesia. kalian rival yang bagus.
Salute dengan kreativitas dan kekompakan suporter Malaysia #Respect
yg prtma mw gw omongin ;thanks brtoher Coz gra loe mmpi gw jd pria idaman dkit dmi sdikit sudah mulai terwujud,tp msalah nya gw msih bngung ngubex2 materi neh mklum mseh GAPTEK(Ggap tknologi)jdi pertnyaanya dimana bsa gw dapetin materi tentang PW?Apa ada yg modelnya kya google,dmana kta ketik lngsung keluar tips2 dasyat nya PW.. Atw ada no tlvonya sgla?D Bntu ya Mas..
Nyaman sekali didengarin..
ngak ada prejudis dalam menyuarakan pendapat!
nice 1!!~
Kang Jalu,
Perseteruan antara Malaysia dan Indonesia dalam bola sepak boleh dikategorikan sebagai ‘El Clasico’ Nusantara. Setiap kali bertemu antara satu sama lain, pasti ada rencah suka dan dukanya.
Seperti mana Ultras Malaya, Forza Indonesia juga tidak kurang hebat juga.
#Respect
Kang, izin Share ya..
kebetulan kemarin nonton juga di SNJB. Salut sama Ultras Malaya yang tertib dan rapi.
salut juga buat Abng2, Mas2 Mbak2 TKI/TKW yang datang di SNBJ
Silakan
terima kasih kang jalu,kami rakyat malaysia tidak ingin bermusuh dgn orang indonesia,cuma ketika bertemu untuk perlawanan bolasepak,perasaan itu muncul didalam diri kami,hanya untuk sementara.
Rivalitas di sepak bola sudah biasa. Persaudaraan yang sudah terbentuk tak boleh tercerai. #Respect
kita serumpun… kita bangsa terpilih…
Tahniah sahabat… Ater all, it’s just another game of football….
Satu rumpun, satu nusantara, satu bola sepak…..
Salam jabat hati
Halo Kang Jalu,
Akhirnya saya menemukan sebuah tulisan yang sangat sesuai dengan yang ada di benak saya. Saya fans sepakbola, dan kerap beberapa kali menonton Timnas di GBK, Timnas di Bukit Jalil, beberapa match ISL, hingga Old Trafford. Dan kalo saya boleh berkata jujur, selain pertandingan liga lokal (ISL) dan OT krn saya fans United, salah satu yang paling berkesan adalah di Bukit Jalil, final AFF 2010 leg-1. Rasanya pengen bilang ke seluruh fans Timnas yang datang ke GBK, “Kalian merasa suasana GBK luar biasa? Coba datang dulu ke Bukit Jalil”. Tidak perlu duduk di belakang gawang, kalian sudah bisa merasakan suasana yang luar biasa itu. Betul kata Kang Jalu, Satu Suara dan Satu Warna. Kekompakan yang luar biasa. Merinding! Kita harus bisa belajar dari hal ini. Hal ini juga diamini beberapa pemain Timnas AFF 2010 yang sempat saya temui. Bukan hanya dari sisi penonton, tapi juga dari sisi ticketing, pelayanan wartawan, kebersihan Stadion, dsb. Luar biasa. Semoga Timnas Indonesia beserta organisasi sepakbola dan Supprter Timnas bisa banyak belajar dari sepakbola di Malaysia. Ga usah jauh2 lah liat negara lain. Sedikit pencurahan hati aja kang.. Salam
Suporter Garuda : Thanks….
Malaysia dan Indonesia adalah serumpun jadi mohon pihak media berhenti dari menyiarkan maklumat yang berbaur hasutan utuk kepentingan diri. Semasa di SNBJ saya lihat penyokong Malaysia dan Indonesia tiada masalah semasa menyertai aktiviti yang diadakan di luar stadium. Mungkin ada sedikit pertelingkahan akibat provokasi tetapi tidak sampai jadi rusuhan. Jadi mohon penyokong Indonesia juga boleh bersikap profesional jika team Malaysia ke Indonesia. Moga pemain Malaysia tak perlu lagi naik baracuda ke stadium. Saya tahu semua rakyat Malaysia marah dengan apa yang terjadi di Indonesia pada final lalu tapi kami terima anda secara baik bila anda ke Malaysia. Mohon rakyat Indonesia lebih profesional, berhentilah menyerang facebook dan twiter kami dengan hinaan dan ucapan melampau. Syabas kepada penulis. Moga tulisan anda akan datang mengubah senario rakyat Indonesia. Tahniah
di tunggu away ke gbk ultras malaya
Semoga bolasepak INDONESIA mampu melahirkan ramai lagi Achmad Nawir. respect from Malaysia..
Salam Satu Jiwa ikhlas dari sy ahli “Ultras Malaya” selamanya harimau malaya. Indonesia dan Malaysia sahabat selamanya
sangat bangga dengan negaraku Indonesia dan sangat respect dengan rumpunku Malaysia.
kapan kita maen bola sepak lagi?
LOVE your article… By the way, me as a Malaysian citizen and Harimau Malaya supporter do respect ur country. =)
salam sy dari malaysia…pd pandangan sy la timnas indonesia kali nie tidak sehebat 2 tahun lepas yg mampu buat darah sy gemuruh bila player indonesia berada di dlm kwsan petak penalti malaysia…corak permainan juga sy boleh katakan berubah spt 2 tahun lepas..yg nmpk merbahaya ialah andik vemansyah..sy suka tgk cara dia control bola..tdk perlu rasanya timnas indonesia guna player luar @ naturalisasi sdgkn ramai lg anak tempatan indonesia yg lg hebat dan berbakat contoh spt andik…
iya , indonesia tidak seperti tahun 2010. PSSI sekarang terbelah menjadi 2 , dan sekarang bolasepak indo sangat buruk . selamat malaysia
respect !
indonesia-malayasia-sahabat selamanya-
-Malaysian-
Trima kasih kerana memahami.Malaysia dan Indonesia sememangnya seperti adik beradik.Kita sering bergaduh tetapi talian persaudaraan antara warga kedua negara tetap wujud.salam damai dari Malaysia!
salam Kang Jalu….. mengenai insiden pendukung indonesia diserang oleh orang2 Malaysia, saya sebagai manusia yg matang & beradab pun tidak bersetuju dengan tindakan yang melampau ini. It’s just a 90min football game. Tetapi disini saya harap kita dikedua 2 belah pihak cuba fikir secara rasional serta muhasabah diri. Sebenarnya rakyat Malaysia sedih, sakit hati dan ada juga yang berdendam dengan fans sepakbola Indonesia tentang apa telah mereka laungkan dan lakukan kepada negara Malaysia serta timnas kita. Dari masa AFF 2010 hinggalah SEA games Jakarta, sampai pemain bola kami tempat penginapannya dikepung, tempat training terpaksa cancel dan akhir sekali ingatkah tentang tidak sampai 80 penyokong Malaysia terpaksa naik bas sehingga kedalam stadium semasa final AFF di GBK. Benda ini jadi ingatan yang masih diingati oleh rakyat Malaysia sehingga hari ini, seperti kanser. ” What u give u got back “. Tetapi yang malangnya, rakyat2 Indonesia yang ada di Malaysia yang menjadi sasaran. Mereka tidak bersalah, yang bersalah adalah pendukung2 Indonesia yang ada di tanah airmu ( with respect majoriti rakyat Indonesia bukan seperti itu, im talking about hooligans2 disana ). Saya sebagai manusia mahu benda2 negatif seperti ini hilang. Sampai bila harus begini? lagi 10 tahun? 20 tahun ? Disini kedua2 belah kerajaan pemerintah serta media massa negara masing2 perlu memainkan peranannya secara maksima. Tidak apa dan tidak salah kalau samada dibelah Malaysia dulu yang mengalah serta melakukannya dahulu mahupun di sebelah Indonesia. Mahu melakukan sesuatu seseorang perlu memulakannya.
Salam respect & peace dari Malaysia
Respect lu blogger love your article
Persahabatan kite Malaysia dan Indonesia sudh lame sjk zamn dahulu lagi..”
Persahabatn hrus dijaga agar tidk berlaku nyaa konfenterasi antara kite..”
Peace you…From Malaysia
Mantap,,,pelajaran berarti,,salut buat akang,,,Indonesia 2014 tanpa player naturalisasi
terima kasih,,kang jalu ,, saya di Malaysia berasa sangat gembira,, ^_^,,
kami rakyat Malaysia sebenarnya tidak mahu bermusuhan dengan rakyat Indonesia apatah lagi kita BERJIRAN,,timnas Indonesia memang mantap,,kalah dan menang itu adat pertandingan ,, mungkin Indonesia akan menang pada tahun2 yang lain,, saya di sini sentiasa mendoakan kesejahteraan rakyat Indonesia dan Malaysia,, hope Malaysia dan Indonesia tidak bermusuhan ya,, ^_^
yang korang banggakan fan indonesia sbb kalah tapi tetap memberikan sokongan tuh apa motif korang ?? inilah yg dinamakan “kuman diseberang laut nmpak, gajah depan mata buat xtau” yg selama ni ULTRAS MALAYA bermati-matian menyokong harimau malaya, dari sebelum game sampai lah lampu stadium tertutup tuh, korang xda plak sanjung kan, aku tau sbb apa, sbb time malaysia kalah atau seri 15minit sebelum game korang dah blah dari stadium, dan sbb yg lain plak, korang datang stadium sbb AFF ni ja, game malaysia yg lain, xpenah nmpak korang pun kt stadium .. lepas tuh bila dgr chant Ultras malaya pelik sket, mula meroyan, melatah, melenting .. pelik la aku .. sedangkan org indon pun selidik, kaji dulu sebelum cakap, yg korang rakyat malaysia ?????
indonesia love
jangan ribut dong
love you both Malaysia & Indonesia teams…kita peng yu sampai bila2 =)
Salam saya Dari Malaysia,
Respect !! Pencerahan yang menarik utk peminat sepak bola Malaysia @ Indonesia.
semoga silaturrahim makin erat antara 2 negara !
Tahniah atas penulisan sedara yang ibarat menyatukan persaudaraan dua negara. Sepatutnya begitu harusnya berlaku dalam sepakbola. Kita bertelingkah dalam 90 minit sahaja. Selepas itu persaudaraan diteruskan. Saya juga memiliki bibik yang menonton sekali acara sepakbola tempoh hari. Sememangnya beliau bergaduh dengan anak-anak saya sepanjang 90 minit. Namun apabila berakhir perlawanan, tidak ada yang kecil hati malahan boleh bergurau senda. Harapan rakyat Malaysia tulisan sebgini perlu kerap ditulis bagi meredakan ruang antara kedua-dua penyokong agar sepakbola asean boleh meningkat.
Penulisan saudara juga telah disiarkan dalam akhbar berikut
http://www.utusan.com.my/utusan/Sukan/20121205/su_04/Wartawan-Indonesia-tabik-Ultras-Malaya
Terima kasih. #Respect
Kang Jalu
Terima kasih atas pemerhatian saudara terhadap Ultra Malaya. Ultra Malaya juga sama seperti penyokong Indo yang hanya mahu menyokong pemain dan bukan pergaduhan.. rasanya jika berlaku pergaduhan itu perkara kecil dan terpinggir.. sedangkan ketika perlawanan lokal juga bisa berlaku perkara yang sama. Kita perlu sepakat ketepikan perkara yang tidak menguntungkan ini.
Ultra Malaya hebat ketika perlawanan baru baru ini tapi Forza Indonesia juga mengagumkan. Penyokong Indonesia seramai 10 ribu orang juga berdisiplin cuma mungkin segelintir seperti juga sebahagian penyokong biasa Malaysia yang masih bersikap kebudak budakan.
Ketepikan perbedaan dan perselisihan, dua dua penyokong perlu tampil dengan lebih profesional dan respect.
Dan Timnas sebenarnya bukan tidak bagus cuma nasib tidak menyebelahi Timnas kali ini. Jika tidak bagus masakan boleh mengalahkan Singapura kerana pada masa yang sama Malaysia kalah kepada Singapura.
Sebetulnya Indonesia tidak perlu kepada pemain luar kerana Indonesia punyai 250 juta penduduk. Sekiranya pencarian bakat dilakukan bermula dari peringkat remaja sudah tentu Indonesia yang punyai ratusan pemain berbakat yang bisa mengangkat Indonesia menjadi kuasa bolasepak Asia.
Kecewa dan hairan juga bila liat pemain luar mendominasi Timnas sedangkan pemain berbakat bertebaran di seluruh pelusuk Indonesia.
Semoga Timnas berjaya di waktu akan datang. Salam dari Malaysia.
Blog http://www.kangjalu.com ini sudah tersiar di koran online Utusan Malaysia pastinya selepas ini ramai penyokong Harimau Malaya akan menyerbu masuk ke sini… tahniah Kang !
http://www.utusan.com.my/utusan/Sukan/20121205/su_04/Wartawan-Indonesia-tabik-Ultras-Malaya
Terimas kasih
Tahniah Indonesia…… Walaupun Indonesia perjuangannya sudah berakh
Salam Satu Nusantara,
Tulisan Kang Jalu memang benar, peningkatan yg mendadak selama 2thn dr Ultras Malaya memang sangat menakjubkan. Bagi saya mereka sudah setaraf ultra di Eropah.Kami sangat bangga dgn Ultras Malaya.
I really appreciate this post. I?e been looking all over for this! Thank goodness I found it on Bing. You have made my day! Thanks again
Penulisan yang baik saudara Kang Jalu, saya rakyat Malaysia dan mempunyai ramai sahabat dari Indonesia yang sama2 belajar di Univesitas di Malaysia ini. Malah selama tiga tahun saya berpacaran dengan gadis Indonesia. Ini bukti bahawa Malaysia dan Indonesia mempunyai persaudaraan yang kuat. Tiada apa yang perlu kita bermusuh sesama jiran di rantau ini. Hanya rival di atas padang permainan bolasepak dan rival ini seakan mirip derby paling berpengaruh dunia ‘el clasico’ dimana rivalnya bukan sahaja di dalam padang malah melibatkan politik, sosial dan ekonomi. Perkara ini membuatkan sejarah bolasepak diantara kedua negara ini penuh dengan warna warni.
dan di sini saya juga ingin mngucapkan tahniah kepada semua Ultas Malaya kerana telah mencipta satu fenomena dan scene baru yang hebat bagi bolasepak Malaysia. #salute
Terlebih dahulu tahniah kepada penulis kangjalu.Kerana anda pencetus kedamaian.antara duo melayu, harap2 begitulah hendaknye kini dan selamanya terus bersahabat…sebenarnya sebagai seorang wartawan harus lah menjadi contoh untuk menyatu padukan sesama rakyat.kalau tulisan dan komennya positif maka ia akan terpanggil menutralkan keadaan yg tegang..kalau sebaliknye maka akan terjadilah..mcm keadaan sekarang …terima kasih sekali lagi kepa kang jalu, sebagai rakyat malaysia kami berbangga kerana, Indonesia adalah rakan dan sahabat kami selamanye…
Tahniah. Saya sebagai pendokong timnas MALAYSIA amat bangga dengan hasil penulisan anda. Kita adalah serumpun. Seharusnya kita tidak terus mencontohi sifat-sifat negatif yang telah ada. Sepak bola cuma satu permainan. Seharusnya menjadikan hubungan kedua-dua negara baik. Diakui, timnas INDONESIA juga hebat. Cuma jika pemainnya dikekalkan dengan anak-anak jati INDONESIA sendiri kan lebih baik.
Semoga Timnas INDONESIA terus maju.
-Mohon di share ya -
mohon share ya…
terima kasih kerana memberi pandangan/komentar yang amat jujur,,sbelum2 ni saya hanya membaca kritikan/kutukan yg xenak utk dibaca oleh supporter indonesia
salam kang jalu.. nice artikel.. terima kasih kerana menunjukkan kebenaran ttg Malaysia.. bkn seperti pihak2 media lain yang selalu melakukan provokasi terhadap Malaysia.. sy ingin mngetahui sesuatu, sy mndapat info dari seorang kawan dari indonesia yang menyatakan supporter indonesia ini mempunyai banyak kelompok.. dan kelompok2 ini seperti tdk bisa bersatu.. mengapa ini berlaku ya?? adakah ini kerana perbezaan asal pnyokong dalam liga tempatan?? sperti mana pnyokong persebaya dan arema yg x bisa bersatu..
Salam kenal juga…. Saya coba balas pertanyaan itu lewat e-mail. Silakan dicek
mahali jasuli…datuk nya orang indonisia,,,
Salam persahabatan….
Kejadian supporter Indonesia di pukul di Bukit Jalil amatlah dikesali. Mungkin ini perbuatan remaja fanatik yang tidak berfikir panjang kesannya kepada hubungan di antara rakyat 2 negara serumpun. Salut ke atas saudara di atas hasil nukilan pengalaman anda di Malaysia. Saya selalu mengikuti perkembangan Timnas Indonesia. Agak sayang Garuda tidak dapat menurunkan ramai pemain dari Liga ISL. Jika tidak tentu sulit untuk Harimau Malaya melepasi peringkat kumpulan edisi AFF kali ini….
Terima kasih kepada kang jalu yang memberikan ulasan dari sisi yang sangat positif….semoga pasukan bola sepak kedua-dua negara akan bertambah kuat dan mantap dari masa ke semasa…tahniah juga kepada pasukan timnas Indonesia yang menunjukkan permainan yang sangat baik semasa menentang Harimau Malaya tempoh hari….semoga juga persaudaraan antara Malaysia dengan Indonesia bertambah erat dan segala persengketaan serta perselisihan faham antara kedua-dua negara dapat diselesaikan dan dielakkan kerana ianya tidak mendatangkan apa-apa faedah kepada kedua-dua negara…Malaysia Boleh Indonesia Bisa
salam persahabatan daripada Malaysia…^_^
Salam dari Malaysia,
‘Permusuhan’ sepatutnya hanya berlaku di dalam stadion dan semasa 90 minit permainan. Di luar stadion kita adalah saudara/sahabat satu agama satu rumpun.
Razlan Hashim
sportsmalaysia
Terima kasih Kang Jalu….saya ada di SNBJ ketika game ini….saya yang pegang bendera Palestin yang besar seperti gambar di atas…terima kasih=)
Salam persaudaraan,
Pendapat saya tiada gunanya indonesia menggunakan pemain dari luar untuk timnas anda. Mustahil dari 250 juta rakyat tidak bisa mengumpul 22 pemain bolasepak yang terbaik. Kalau menang pun, saya tidak berasa bangga dengan indonesia kerana menggunakan pemain luar. Sebolehnya, gunakan pemain asal indonesia, darah daging indonesia. Sudah tentu perjuangan mereka lebih ikhlas dari pemain yang di impot. Kalau kalah pun, boleh diperbaiki dan andai menang, pasti semua rakyat akan berasa bangga dengan perjuangan dari rakyat indonesia sendiri.
Fikir-fikirkan lah semua jurulatih Indonesia.
sy masuk ke sini selepas membaca tulisan kangjalu di utusan yey…very open and very positive i like.
Tolong doakan Harimau Malaya menang menentang Gajah yg akan datang ya…:)
sayangnye elly tak dapat main sampai habis..i like to watch him play.
Tabik Ultras Malaya we love you all, keep up the good job.
By the way, datuk saya dari Sumatera Barat. Peace, love and respect.
salute
suporter Indonesia 3 besar dr Top 10 suporter fanatik di dunia versi firma sport marketin entertaiment asal inggris bisa cek google . .
Indonesia seperti ini karena sedang terjadi konflik . .
Tunggu indonesia yg suatu saat akan menggemparkan dunia dengan sepak bolanya . .
terima kasih atas tulisan di atas..moga suporter malaysia-indonesia tidak lagi berbalah
from KELANTAN FA fans…
Salam kang Jalu, saya Paksi suporter timnas Garuda. Bahkan anak saya, saya berinama garuda. hehe.
Tulisan yang menarik mas. Saya setuju dengan kang Jalu, agaknya media-media di Indonesia terlalu “Lebay” dalam pemberitaan mengenai superter Malaysia. Sehingga menumbuhkan kebencian terhadap negara Malaysia. Padahal sebenarnya pelaku adalah oknum (sebagian kecil saja, dari sebagian besar) dan di Indonesia pun banyak juga oknum yang menjelekan negara Malaysia. Seharusnya Media lebih bijak dalam memberikan berita, bukannya malah memberikan berita yang profokatif. Mungkin media terbawa arus infotainment ala selebritis.
anyway, saya juga salut dengan comment para suporter Malaysia dalam blog ini. Semoga masyarakat Indonesia mendengar/membaca komentar kalian. Jujur saja suporter Indonesia seharusnya bercermin dahulu sebelum menghujat suporter Malaysia. Semoga perselisihan ini segera berakhir, berganti menjadi persahabatan. Kami pun mengharapkan adanya rivalitas yang sehat antara Indonesia dan Malaysia. Indonesia vs Malaysia adalah MU vs Liverpool, Milan vs Juve, Madrid vs barca.
Salam damai.
Salam persaudaraan dari Malaysia,
SALUTE buat timnas Indonesia…walau x bisa lolos ke separuh akhir tp kamu telah mencipta sejarah dgn mengalahkan SINGAPURA setelah mencuba selama 14 tahun… Buat Harimau Malaya teruskan perjuanganmu…kami fans sentiasa menyokong pasukan.selamanya harimau malaya…
Salam serumpun..sy dr Malaysia ‘busuk2 pun org kita’ itu cara kami rakyat Malaysia biar tersungkur menyembah bumi pn inilah wajah kami..inilah diri kami..sy masih mengalirkan air mata tiap kali Negaraku berkumandang..Indonesia juga pasukan yg bagus tp lebih bagus jika pemainnya adalah salah seorang dari 200 juta penduduknya..maafkan inteprestasi sy tp bak apa yang kami ucap kan..’Busuk2 pun pahlawan kita’…fikirkan lah..salam serumpun
Salam dari Malaysia.Sepatutnya apabila media Indonesia menyatakan rasa tidak puas hati atas layanan buruk penyokong Malaysia terhadap mereka sebutlah juga bahawa inilah balasan yang kita(Indonesia) terima atas layanan buruk fan Indonesia terhadap pemain malaysia sejak dari menginap di hotel, mengadakan latihan, menuju ke stadium dengan menaiki baracuda dan dikeji semasa permainan semasa sukan sea ada piala AFF dahulu. Kenapa ini tidak dinyatakan???? Kami mungkin mencederakan fan Indonesia(saya tidak setuju dengan perlakuan sedemikian) tapi fan Indonesia sendiri yang “membunuh” rakyat mereka sendiri semas sukan SEA dulu akibat terlalu berasak-asak ketika memasuki stadium. Jadi rasanya kami tidak lah sekejam fan ……. Sudahlah perkara ini harus dianggap tidak akan berlaku lagi kerana kita adalah serumpun. Tulisan Kang sebenarnya menyejukkan hati kami fan malaysia dan lihatlah sendiri berapa ramai yang masuk ke forum ini dari Malaysia dengan menghulurkan salam persaudaraan serumpun walaupun mungkin hanya segelintir fan Indonesia yang sudi menyambutnya. Kang, saya rasa fan Indonesia harus membezakan yang mana sukan, yang mana politik, yang mana kebudayaan, yang mana ekonomi dan lain-lain.Marilah kita rakyat Malaysia dan Indonesia sama-sama menyokong pasukan nasional kita tanpa mencampuradukkan hal-hal lain dan tanpa menghina mana-mana pasukan.
salam kang jalu, sahabat indonesia dan sahabat Malaysia.
Disini saya mau bertanyakan, adakah kang jalu tahu pada saat pertandingan Indinesia – singapura baru2 ini, supporter Malaysia menyanyikan lagu dan yel yel dengan kata2 yang di ulang yaitu Indonesia anjing..Indonesia anjing.. adakah kang jalu atau kawan2 Indonesia dan kawan2 malaysia sadar akan hal itu?? silahkan rujuk ke Youtube. apa sebenarnya yg terjadi?? knp kawan2 dimalaysia menyebutkan Indonesia anjing?? indonesia itu bukan arti perorangan, Indonesia itu mempunyai pengartian yg Luas, Bisa jadi Negara, Presiden, nenek moyang org2 malaysia, nenek moyang raja2 melayu diMalaysia, dan sanak saudara orang2 malaysia yg di Indonesia. so apakah mereka Anjing??????
Ya, saya tahu berita itu… Saya pun sudah bahas di paragraf ke-8 artikel di atas
salam… pekara ini terjadi apabila ada di antra fan indo yg mengijak-injak jalur gemilang saat itu… lalu segelintir fan malaysia brusaha merampas kembali jalur gemilang tersebut lalu terjadi pergaduhan antra kedua fans…. sebelum pihak polisi meleraikannya… grup ultras melihat pekara ini lalu nyayi tersebut di nyanyikan…
Salam, juga dari Malaysia,
Setelah membaca semua komentar, terutamanya yang dari suporter Malaysia, saya sebenarnya tidak ada apa lagi untuk dikatakan kerana semuanya sudah diungkap. Mungkin ada sedikit yang tersisa buat saya. Sekiranya saya mahu berterima kasih kepada Kang Jalu bagi pihak suporter Malaysia, saya berasa agak malu kerana sokongan saya tidak sampai ke tahap Ultras Malaya. Maka apabila Ultras Malaya bersorak mengeji kepimpinan sepakbola nasional Malaysia di suatu ketika dan teman saya mengatakan “mereka ini golongan angkuh dan tidak ada adab”, saya katakan mereka juga yang paling kuat sokongannya apabila kepimpinan tersebut melakukan perkara yang betul, memenuhkan stadium tatkala ramai seperti saya dan anda (teman saya tadi) selesa menonton di rumah. Biarkanlah mereka, kerana mereka juga tahu erti kecewa.
Syabas buat Kang Jalu atas entrinya.
thanks atas komentar sodara2 di malay
salam respect dari indonesia
kalo blh saya minta akun2 facebook kalian yg punya fb
Salam from Malaysia…
Kami di Malaysia dahagakan tulisan2 seperti Kang Jalu…tidak banyak media2 Indonesia yang melaporkan berita2 yang sahih tentang Malaysia malahan banyak provokasi hingga menimbulkam perasaan marah dan dendam. Perkara ini sangat buruk bagi hubungan serantau dan seagama. Perkara sebegini patut dihapuskan dan semua bentuk media baik Malaysia ataupun Indonesia haruslah bersikap adil kerana jika tidak ia bakal menjadi fitnah dan fitnah itu lebih buruk daripada membunuh.
Islam is the way of life!
hahahahhah…Malay dan Indo sama doang…we are human,cannot be perfect and never be perfect…mas kang,maafin yaa kalau punya comment2 yg ga enak…saya jujur nya RESPECT sama Ultras Malaya dan Forza Indo kerna semangat untuk memajukan sepak bola cuma gimana sih kalau manusia itu kan ga ada yg perfect…menurut saya ini cuma opinion aja soal Ultras Malaya nyanyiin lagu Indonesia Anjing…ini terjadi kerna tergantung gimana kita berfikir dan mungkin kesilapan adalah sahabat dekat buat setiap manusia…saya jujurnya half Malay and half Indo…terus saya dukung keduanya kerna sepakbola adalah minat saya…
**peace
kang…duta keamanan bolasepak
semoga kang jalu terus menulis untuk kemakmuran kedua2 negara… salam persahabatan dari saya dari Malaysia…
saya orang indonesia ,,
sebenarnya saya ingin melihat indonesia dan malaysia di final..
saya cinte kedua negara ini,,,
salam persaudaraan kang
kalau ada pin blackberry invite sya
salam Sehati Sejiwa…tanpa anarkis dan rasisme…
Bola itu bundar saudara..
Semua itu hanya pertandingan ada kalah dan ada menang..
Supporter adalah pemain ke 12 dalam suatu pertandingan..namun cara bertanding untuk para supporter ada dengan berlomba memberikan support kepada sebelas pemain lainnya dengan cara kreatifitas yang membangun.
Dengan adanya video yang akhir – akhir ini tersebar.hal ini menunjukkan suatu kreatifitas yang sangat dangkal….
saling menghujat….entah dengan tujuan apa…
jangan pertanyakan rasa nasionalisme … pasti masing – masing pihak akan membela negara nya masing masing…
perlu digaris bahwahi…. rasa nasionalisme tidaklah harus saling menhujat dengan lawan main …
tunjukkan anda – anda dapat bersikap dewasa dan bijak dalam bertanding…
tunjukkan kreatifitas yang bermoral.
ANTI RASIS DAN ANARKIS
love from Indonesia
terima kasih kerana memberikan pendapat yang adil dan jujur.
sejujurnya dari aku pula. kalau Indonesia tidak ada masalah diantara PSSI dan KPSI, Sang Garuda akan lebih baik dan kuat sama seperti pasukan 2010
terima kasih buat kangjalu.sesungguhnya,supporter malaysia sama juga seperti indonesia.sesetengah darinya ingin mencari kesalahan dan ada sesetengahnya ingin mencari pendamaian.apa gunanya bergaduh antara dua negara.memang tidak di nafikan ada segelintir supporter malaysia mencaci dan menghina indonesia,saya sebagai rakyat malaysia malu dgn perbuatan sedemikian,tapi apa kan daya.kita tak terdaya utk menutup mulut mereka.hanya diri sendiri yg boleh mengubahnya.salam perdamaian dari rakyat malaysia ! #Peace #Respect #United
salam damai dari Putrajaya, Malaysia.. artikel yang bagus untuk kedua2 pasukan..
anggap saja permusuhan kita selama ini disebabkan pengaruh luar yang iri hati melihat rumpun disini sentiasa tenang sejak sekian lama.. semoga persaudaraan antara Malaysia & Indonesia tidak akan putus, terus kekal selamanya..
sikap profesional perlu ada pada pendukung & juga pemain.. termasuk juga pengurusan pasukan.. Malaysia pernah mengalami zaman kejatuhan.. harap2 seluruh pasukan Malaysia dari atas hingga bawah dapat terus belajar dari zaman gelap itu..
Indonesia juga sedang menghadapi masalah dalaman ketika ini.. jika tidak pasti kalian juga mampu bersaing ke peringkat lebih tinggi.. tahniah buat kedua2 timnas.. rival sebegini bisa menyatukan rumpun yg sering kali bercakaran..
selamanya harimau malaya~
Saya paling minat bakat yang ada pada Bambang Pamungkas sewaktu dia di Selangor. Team Indonesia harus ada pemain asal usul dari Tanah air sendiri kerana semangat berkorban untuk negara sendiri amat berlainan. Moga hubungan Malaysia-Indonesia terus kukuh.
Love from Malaysia.
Keep it up Ultras Malaya!
Mas,
Good writings. Tapi jika mahu tahu, siapa yang pukul penyokong indonesia, itu adalah the most notorious firm in Malaysia. scene ultrasnya sudah berkembang, begitu juga scene casualnya. hehe. KL Casual katanya. Ultras semuanya baik baik sahaja!
Salam mas kang..mohon share
Salam. kangjalu…sya dari Malaysia, sebenarnya orang Malaysia tidak membenci Indon. Namun, beberapa isu akhir-akhir ini begitu mencengkam jiwa…isu tarian pendek..org Malaysia tidak minat pun mengklaim sbg hak kami cuma rakyat Indon perasan lebih-lebih…jiwa kami lebih maju dan lebih memandang ke depan daripada bertikam lidah hal-hal yg remeh temeh…isu pasukan bola malaysia yg dikepung, dikeji, mana ada pasukan bola dalam dunia ini terpaksa naik kereta kebal untuk ke stadium angkara rakyat Indon…bukankah itu cuma sukan…sya pernah menonton perlawanan pasukan besar di Eropah, adalah biasa sikit patriotik namun tidak sampai mengancam nyawa. isu pembantu rumah itu kes terpencil. Tahukah kalian kes jenayah rompak, samun,bunuh yg dilakukan oleh rakyat Indon yg berkerja di sini lebih banyak dan kejam dari isu pembantu rumah naum, rakyat Malaysia tidak memberontak kerana itu urusan pihak polis…dan pembantu rumah Indon paling banyak sombong dan besar kepala. Pergi saja ke negara lain…sya sendiri adalah turunan Minang yg ke sembilan. Nenek moyang saya dulu lari ke tanah melayu akibat kekejaman belanda di tanah padang mencintai Indon dan sentiasa menggangap kita bersaudara…
Salam jabat hati, makasih kang jalu…
salam kangjalu selamat sejahtera selamanya.
cuba bayangkan pasukan dari nusantara ini menjadi world class, msian and the indonesian team…apakah yang kurang pun kurang pasti , adakah kita asyik makan nasi polar makanannya? ..nasi lemak berlauk rendang wow sedapnye!!…ayam penyet pun sudah menjadi sebahagian menu di malaysia akibat ramainya penduduk indo di malaysia ini..(menu yg khasnya terdapat di restoran indo disini). orang malaysia pun suka makan ayam penyet sekarang ni..(kita msian memang terkenal gemar mencuba makanan2 yg baru heheh)
mengapa pasukan jepun dan korea sentiasa maju ke depan….mereka pun makan nasi juga ataupun sudah lama beralih kepada makanan high protein ala barat ?
sungguhpun saya meminati lagu2 barat dan lagu2 malaysia saya juga selalu mendengar radio pekanbaru, radio padang / bukittinggi dan radio sibolga kadang2 dapat juga siaran radio bangka-belitung…asyik betul mendengar lagu2 indonesia menerusi siaran AM (selalunya dapat siaran pagi dan malam saja..)
we are like brothers and sisters..one family but sometimes having friction.
…And sebutan perkataan *indon*…minta maaf bagi pihak malaysian yang selalu menggunakan ayat tersebut. Almost 99.99% rakyat malaysia sebenarnya tak tahu yang sebutan perkataan indon itu tidak disukai rakyat indonesia. Pada kita itu hanyalah shortform dari perkataan indonesian itu sendiri dan yang paling penting tiada niat yang jahat langsung di dalam hati apabila menyebut perkataan *indon* itu. We are so ignorant dan tidak tau sebutan indon itu menghiris hati sesetengah pihak di indonesia. Malaysia diringkaskan jadi malay itu bisa saja dong…ngak apa2 kok ..biasa2 ajah (pinjam ayat ye bro
It is fine with us no harm.
Jadi to all malaysian , from now on please refrain from using the word indon, use indo instead lebih manis bunyi nya okay..seriously, please take note of that.
kalau tak silap yang selalu mendera pembantu rumah tu bukan orang melayu tapi malaysian chinese..oops. sorry sir.
Okay2 ..Kepada semua, doakan malaysia sukses di Bangkok this Thursday, Amiin.
We love you duta keamanan bolasepak! Maaf kalau terlanjur kata.
Love, peace and respect . Always.
iya benar…99.99% Malaysian memangil Indonesia dgn short form INDON…ENGGAK ADA NIAT LANGSUNG MAHU MENGKEJI,MAHUPUN MENGHINA DGN PANGGILAN ITU…ITU HANYA singkatan nama..harap dimaafin..peace..
pd peringkat awal chii mula bboelrgging..x terpk pun utk kejar trafik nk dptkan income dr nuffnang atau sebagainya..sekadar nk luahkan.nk share apa yg berlaku dlm kehidupan seharian..tp skrg ni..rata2 org blogging sebab nk kejar traffic..nk dptkan income dr iklan internet..seriusly..sampai skrg..chii x berapa faham dgn apa yg berlku..ehehe.. lebih senang dgn niat asal =)chii recently posted..
Kang,
Aku dari Malaysia tetapi Indonesia sudah menjadi sebahagian dari hidupku. Sudah lebih 10 tahun aku berulang-alik ke Indonesia atas urusan kerja. Gue udah betah banget di Indonesia…nasi uduk, mee ayam, sio may, gabus pucung..itu favorit gue.
Aku amat terharu dengan komentar2 dari Malaysia dan Indonesia. Baru ini pertama kali aku temui entri yang mendapat feedback positif dari kedua-dua pihak. Thanks Kang Jalu. Seharusnya inilah tugas wartawan untuk menjernihkan hubungan kedua-dua negara.
Biar pun bolasepak hanyalah satu acara sukan, semoga ianya boleh dijadikan wadah penyatuan dua negara dan bisa diterjemahkan ke aspek lain seperti ekonomi, sosial dan sebagainya. Persetankan provokasi-provokasi yang hanya merugikan kedua-dua pihak. Ayuh kita jadi rumpun terkuat di rantau Asia! Gegarkan dunia dengan slogan “Malaysia Boleh, Indonesia Bisa”.
Menyentuh soal timnas Indonesia, secara peribadinya aku setuju dengan komentar2 sebelumnya, kenapa harus ada pemain naturalisasi? Kepakaran bermain bolasepak boleh dipelajari tetapi bagaimana dengan jatidiri? Apakah jatidiri terhadap tanah tumpah darah Indonesia bagi pemain2 tempatan berbanding pemain naturalisasi itu sama? Adakah terlalu sulit untuk mencungkil seorang pemain berbakat dari setiap 10 juta orang Indonesia? 22 pemain dari 220 juta orang Indonesia? Fikir-fikirkan lah.
Peace for all.
Cintaku tertinggal di Indonesia…