Menikmati Keaslian di Pantai Pandawa

Bali dikenal dengan keindahannya. Pantai-pantai di Pulau Dewata selalu menjadi tujuan wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu pantai yang pantas dikunjungi adalah Pantai Pandawa yang terletak di bagian selatan Bali tepatnya di wilayah Kutuh. Lokasinya ada di antara Pecatu dan Uluwatu.
Pantai Pandawa alias Secret Beach, Kutuh, Bali

Pantai Pandawa, Bali, diambil dari bukit kapur di atasnya.

Untuk memasuki area tersebut, wisatawan hanya ditarik iuran tiga ribu rupiah plus biaya masuk untuk kendaraan. Saya hanya mengeluarkan Rp8.000 untuk dua orang plus satu mobil, karena untuk pemandu wisata yang berasal dari Bali tidak dikenakan biaya.

Mengunjungi Pandawa memang tak seperti kita menyambangi Pantai Kuta atau Sanur. Tak ada keriuhan yang ditawarkan. Tapi, justru itulah nilai lebih Pantai Pandawa.

Keindahan Pantai Pandawa sudah bisa dinikmati dari bukit kapur di atasnya. Bukit yang dibelah pemerintahan Bali untuk kemudahan akses itu seolah menjadi gerbang yang mengantarkan pengunjung ke “dunia lain”, dunia yang masih asli tanpa ada modernisasi.

Seperti nama asalnya, Secret Beach, pantai ini memang menawarkan keaslian. Tak ada tempat penginapan di sekitarnya. Hanya ada sejumlah warung makan, kios jajanan, serta beberapa tempat bilas dan kamar mandi.

Untuk di beberapa area yang terbilang aman, ada permainan kayak yang bisa dipilih. Tapi, cara menikmati keindahan Pantai Pandawa sesungguhnya adalah dengan duduk di kursi berjemur, melihat ke laut lepas, dan biarkan desiran angin melewati kita. Kita cukup mengeluarkan Rp50 ribu untuk menyewa satu payung dengan dua kursi berjemur tanpa batas waktu pemakaian.

Bagi turis mancanegara yang memang mencari kehangatan, mereka akan menyingkirkan payung penutup dan membiarkan bagian tubuhnya terpapar sinar matahari Bali. Sejumlah turis perempuan mancanegara itu pun tak ragu untuk bertelanjang dada.

Adapun nama Pandawa diambil dari patung-patung putra Pandu yang berada di bukit kapur menuju pantai indah tersebut. Mulai Dharmawangsa (Yudhistira atau Dharmaraja), Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa, serta ibu mereka, Dewi Kunti. Patung-patung itu berukuran sangat besar. Jadi ketika ingin mengabadikannya, butuh foto bertipe panorama untuk bisa merekam utuh seluruhnya.

Pantai Pandawa tampaknya tinggal menunggu waktu untuk digarap menjadi objek wisata komersil yang lebih menguntungkan. Bukit kapur yang ditebas itu nantinya berpotensi dijual kepada investor untuk dikembangkan menjadi penginapan.

Ketika hal itu terjadi, keindahan Pantai Pandawa memang tak bakal hilang. Pesona matahari terbit tentu akan lebih mudah dilihat karena aksesnya kian mudah. Tapi, keaslian dan kesunyian yang ditawarkan Pantai Pandawa saat ini tentu akan berkurang kenikmatannya.

Pantai Pandawa alias Secret Beach, Kutuh, Bali

Bersantai di tepi Pantai Pandawa.

About Kang Jalu

Just call me Kang Jalu... Follow me on Twitter @kangjalu
This entry was posted in jepret. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>